Rabu, 04 Agustus 2010

Rakyat Bodoh, Keluarga Soeharto Sumber Korupsi!!!!



Sosok soeharto yang penuh kontraversi dalam masanya adalah sosok yang paling bertanggung jawab atas mental bangsa Indonesia di masa saat dan setelah pemerintahannya. Soeharto sang sosok fenomenal sepak terjangnya dalam kancah dunia politik sangatlah menarik untuk dikupas. Di balik kejayaan kebijakan Soeharto tersimpan kebobrokan bangsa yang dampaknya sampai saat ini.
Soeharto diangkat sebagai presiden menggantikan presiden Soekarno yang saat itu kondisi Negara sangat kacau. Korupsi meraja lela, keadaan perekonomian Negara sangat kritis, pemberontakan di lakukan di lakukan di berbagai daerah khususnya pemberontakan PKI, kondisi presiden Soekarno yang saat itu jatuh lemah dan sakit. Akhirnya pada pucaknya presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret dikenal dengan nama SUPERSEMAR yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan dan sekaligus mengantarkan Soeharto menuju kursi kepresidenan selama 32 tahun.
          Orde Baru julukan masa pemerintahan Soeharto secara otomatis menggulingkan masa kejayaan Soekarno pada masa orde lama. Pada masa Soeharto dalam jangka waktu tahun 1966 sampai tahun 1968, ekonomi Indonesiaberkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar.
          Bisa dikatakan masa presiden Soeharto adalah masa kemakmuran rakyat pada saat itu. Sandang pangan rakyat terpenuhi,sukses program transmigrasi, sukses program KB, pengangguran berkurang, sukses racangan pembangunan selama lima tahun, sukses keamanan dalam negeri, investor asing mau menanam sahamnya di Indonesia. Sosok beliau yang sangat fenomenal sangat disegani rakyat dan bahkan dunia mengakui kecakapan beliau dalam memerintah Negara Indonesia.
          Namun, dibalik tirai kejayaan Soeharto tersimpan kelemahan-kelemahan pada masa pemerintahannya. Terbukti system pemerintahan Soeharto mengarah pada system kemiliteran dimana semua elemen masyarakat harus tunduk pada kebijakannya. Exploitasi sumber daya alam secara besar-besaran, Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat, maraknya korupsi,kolusi dan nepotisme, Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin),   kritik dibungkam dan oposisi diharamkan, kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibredel, penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan, antara lain dengan program "Penembakan Misterius", tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya), menurunnya kualitas birokrasi Indonesia yang terjangkit penyakit Asal Bapak Senang, hal ini kesalahan paling fatal Orde Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur, menurunnya kualitas tentara karena level elit terlalu sibut berpolitik sehingga kuranng memperhatikan kesejahteraan anak buah.
          Dimasa orde baru rakyat terlalu di nina-bobokan, mereka para petani benar-benar di perhatikan dan swasembada pangan pun jaya di masanya. Pertanyaannya mengapa Soeharto lebih memilih begitu memperhatikan kebijakan pangan?  Mengapa rakyat bungkam dan tunduk di masa Soeharto?
          Soeharto lebih memilih kesejahteraan petani karena secara otomatis rakyat di penuhi kebutuhan pangan dan terjamin. Setelah itu rakyat menjadi ternina-bobokan dan diharapkan tidak mengkritisi pemerintahannya, system pemerintahan Soeharto terkenal otoriter sehingga dalam pemerintahannya semua rakyat harus tunduk kepadanya terbukti dengan kebebasan pers sangat terbatas dengan diwarnai oleh banyak Koran dan majalah di bredel, kritik slalu di bungkam, musuh penentang kebijakan di singkirkan. Membuat semua rakyat tunduk dalam pemerintahannya sehingga selama 32 tahun banyak terjadi penyimpangan yang dilakukan pemerintah.
Dampak positif dari pemerintahan Soeharto adalah Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnyapun dapat terlihat secara konkrit. Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras). Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat.
Dampak negative dari pemerintahan Soeharto adalah Kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber daya alam karena di exploitasi secara besar-besaran. Perbedaan ekonomi antardaerah, antargolongan pekerjaan, antarkelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam. Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial) karena bertentangan dengan kebijakan pemerintah. Menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang erat dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Pembagunan yang dilakukan hasilnya hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat, pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi, dan sosial yang demokratis dan berkeadilan. Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh. Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang justru menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau, Kalimantan Timur, dan Irian. Faktor inilahh yang selantunya ikut menjadi penyebab terpuruknya perekonomian nasional Indonesia menjelang akhir tahun 1997.
 Kesimpulannya adalah pada masa pemerintahan Soeharto rakyat di nina-bobokan tanpa menyadari kalau kebijakan presiden mengexploitasi mereka dan sumber daya alam mereka sehingga yang terjadi adalah kesenjangan social antara si kaya dan si miskin. Kebebasan yang de kekang adalah bentuk penyimpangan HAM dan KKN meraja lela. Sampai saat ini mentah bangsa Indonesia jauh terkucil di mata dunia, mungkin karena didikan yang otoriter selama 32 tahun? Yang terjadi kenyataannya mental bangsa bobrok dan pejabat hanya membodohi rakyat sampai sekarang. Pertanyaannya apakah pola piker masa orde baru masih tertanam di hati bangsa Indonesia?
Rakyat Indonesia harus lebih bangkit, karena memperbaiki mental Negara kita adalah tanggung jawab kita semua, lebih jeli memilih wakil rakyat, menjadi bangsa yang militant dan berprinsip adalah cara rakyat Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan ini. Semangat persatuan dan kebersamaan adalah modal utama kita untuk meraihnya. Jangan sampai generasi muda menjadi generasi perusak melainkan menjadi generasi yang berprestasi dan berguna bagi bangsa dan negaranya. MAJU TERUS INDONESIA!!!!!